Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai hal-hal dahsyat.
Salah satunya, manusia sebenarnya dari awal sudah diberikan kemampuan untuk mengidentifikasi dan bereaksi pada suatu kondisi-kondisi yang dapat membahayakannya (selanjutnya kita sebut sensor - baca"anugerah").
Jadi SERIUS, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi hanya untuk tahu:
Sensor bahaya sebenarnya sudah tertanam di dalam diri kita, hanya saja kembali lagi sifat manusia yang komplek:
Salah satunya, manusia sebenarnya dari awal sudah diberikan kemampuan untuk mengidentifikasi dan bereaksi pada suatu kondisi-kondisi yang dapat membahayakannya (selanjutnya kita sebut sensor - baca"anugerah").
Jadi SERIUS, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi hanya untuk tahu:
- bahwa paku di jalan adalah suatu hal yang membahayakan...
- bahwa bongkahan batu di jalan raya dapat mencelakai pengendara...
- bahwa resiko naik ke atas pohon adalah jatuh...
- bahwa ketika memotong sayuran menggunakan pisau bisa teriris...
- dan bahwa bahwa lainnya.
Sensor bahaya sebenarnya sudah tertanam di dalam diri kita, hanya saja kembali lagi sifat manusia yang komplek:
- Sok tahu (saya sebut sok tahu karena udah tahu bahaya masih disikat juga. Kalau pengen tahu saya posisikan ke arah keingitahuan hal-hal yang positif)
- Konyol
- Individualis (bodo amat yang kena kan bukan gue - padahal belum tentu juga yang kena orang lain, bisa jadi dia sendiri, bisa jadi kerabat / orang-orang yang disayanginya)
- dll
Yang bisa kita lakukan sebenarnya sederhana saja (sederhana dalam kontek ada kemauan ya) - lihat postingan "Bawah Sadar".
Biasakan Sensor (baca: anugerah) kita untuk melakukan tugasnya dan cermati apa yang terbaca oleh sensor tersebut, karena mengabaikan bacaaan sensor juga bisa mematikan fungsi sensor itu sendiri.
Think safety Act safely
Tidak ada komentar:
Posting Komentar