Family Safety

Family Safety
motivation

Kamis, 10 Maret 2011

Seberapa Cepatkah Anda..............???

Seberapa cepatkah seseorang (terutama buat korban ya) perlu menyadari akan terjadinya suatu kecelakaan....?
Hitungannya bisa jadi kurang dari 1 detik... sangat cepat, terkadang bahkan korban tidak diberi kesempatan untuk berfikir apa yang harus dilakukan.

* Apalagi buat sms atau update status di FB *

Kecelakaan < 1 detik   VS kecepatan indra untuk menangkap apa yang terjadi --> dikirimkan ke otak --> di proses --> sadar adanya bahaya --> otak mengirimkan sinyal --> bagian tubuh merespon

Fenoma ini seharusnya memberikan gambaran ke kita bahwa respon (sadar ataupun tidak sadar) dari tubuh kita kecil kemungkinan untuk bisa melampaui kecepatan (waktu yang dibutuhkan) terjadinya kecelakaan itu sendiri. (Spiderman aja kalau menghindar pasti waktunya mepet banget, malah kadang terlanjur kena)

Dari beberapa pengalaman di industri yang pernah saya alami adalah korban selalu terlambat (menyadari maupun menghindar) akan datang suatu bahaya.
Contoh: kecepatan korban untuk memindahkan tangan dari area yang menjepit kalah cepat dengan area kecepatan area menjepitnya itu sendiri.

Contoh lain adalah ketika seseorang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Seberapa cepat respon dia untuk menghindar dari lubang/ kendaraan di depannya. Terkadang kalah cepat dengan kecepatan kendaraa itu sendiri, yang ironis lagi suskes menghindar tapi gagal mengamankan pada proses selanjutnya. Ujung-ujungnya kecelakaan juga toh...

So, bisa lihat ke posting selanjutnya " Biar Lambat Asal Ngak Sampai-Sampai"

Yang perlu di garis bawahi adalah: "Kecelakaan Itu Bisa Terjadi Setiap Saat", so persiapan adalah mutlak, bukan hanya apabila terjadi tetapi lebih penting lagi Biar Ngak Terjadi.

Think safety Act safely

Selasa, 08 Maret 2011

Sumur Maut.....

Sering kan denger berita orang mati pas lagi gali sumur/ ngeringin sumur (extreme banget sumur dikeringin) dan aktifitas yang ada hubungannya dengan sumur/ galian.
Dah gitu, yang niat nolongin ikut nyemplung malah tepar juga....


Korban harusnya cuma satu, gara-gara yang lain terlalu nafsu nolongin malah bisa jadi lebih dari 2 korban.


Yup, tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sumur maut (bukan yang di film The Ring loh).
So, kita mulai saja. Sebenarnya apa saja sih faktor yang bisa memuat orang yang masuk ke dalam sumur/ galian tepar tak berdaya ? ? ?

  1. Oksigen deficiency (kekurangan oksigen): yup hal ini bisa terjadi karena di dalam sumur terdapat gas-gas lain (yang biasanya juga beracun) sehingga konsentrasi oksigen di dalam sumur tersisihkan oleh gas lainnya (secara ventilasi tidak bagus gitu loh).
  2. Keracunan gas-gas berbahaya: nah berikut contoh-contoh gas yang mungkin timbul di dalam sumur/ galian. H2S (Hidrogen Sulfida); CH3 (Metan); CO (Carbon Monoxide); CO2 (Carbon Dioxide)Gas-gas tersebut ada yang bersifat mematikan dan ada juga yang bersifat mudah terbakar.
  3. Longsoran: kalau ni jelas, lagi nggali trus dinding galian/ sumur longsor.
  4. Disorientasi: kalau yang ini bisa disebabkan karena phobia ruangan sempit dan gelap.

Nah dari beberapa paparan bahaya di atas, apa yang bisa kita lakukan ketika ada pekerjaan/ melihat pekerjaan yang serupa (gali sumur; masuk sumur, septic tank, dll).
  1. Pastikan sebelum masuk ke lubang, periksa apakah kondisi oksigen mencukupi. Caranya:
  • Cara Sadis: pakai ayam/ tikus yang dikurung, trus ikat kurungan. Cemplungin doi ke dalam sumur untuk beberapa saat. Angkat lagi, kalau doi tidak tepar berarti level oksigen di dalam sumur/ galian cukup
  • Cara baik-baik: masukkan lilin (sebelumnya nyalakan dulu ya lilinnya). setelah beberapa saat angkat itu lilin, kalau api lilin tidak padam berarti level oksigen cukup.
  • Perlu diingat juga untuk memastikan kondisi oksigen selama proses pekerjaan (kalau cara modern ya pakai alat), kalau ngak ada alat paling ngak usahakan ada sirkulasi udara secara kontinue di dalam galian/ sumur
  1. Pastikan tidak bekerja sendirian (kudu ada temennya yang stand by di atas)
  • Jangan lupa kenakan semacam rompi yang diikat ditubuh dan dihubungkan dengan tali. Jadi untuk jaga-jaga kalau yang di dalam sumur/ galian kenapa-napa. Si penolong tidak usah terjun bebas, cukup tarik talinya ajah (ngurangin korban juga nih)
  1. Pastikan juga dinding-dinding galian/ lubang diperiksa dan diperkuat
Yup, mungkin informasi di atas tidak mewakili semua hal tentang sumur maut. Tapi setidaknya hal-hal besar yang sering menjadikan pekerjaan itu bermasalah sudah terlihat.
Lebih penting lagi adalah bagaimana kita mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai suatu pekerjaan. So then, pekerjaan bisa diselesaikan dengan aman dan selamat.

Keep Think safety... Act safely


Rabu, 16 Februari 2011

Rencana Setelah Kematian

Semua orang pasti akan mati… dan tidak ada yang tahu kapan kematian menjemput.

Ketika duduk di bangku SMA, bapak sering ngajak ngobrol tentang rencana kedepan (yang akhirnya aku sadari bahwa itu adalah sebuah pertanda).
“Nak, setelah lulus SMA kamu cari jurusan D3 dulu yang kira-kira bisa langsung dapat kerja. Kalaupun setelah lulus D3 kemudian kamu mau masuk ke S1, selama Bapak masih sehat dan mampu, kamu bisa lanjutin untuk ke S1”.

Pesan itu disampikan berulang-ulang selama 3 tahun di SMA (dan parahnya aku ngak nyadar-nyadar juga).

Dan pertanda itu nyata, lulus SMA belum lagi masuk ke bangku kuliah. Bapak tercinta meninggal.

Seiring berjalannya waktu, aku sadari (terlepas itu pertanda atau bukan), sesekali kita perlu juga untuk diskusi dengan keluarga (istri & anak) “Rencana Setelah Kematian”

“Rencana Setelah Kematian” ya terdengar horror dan unusual…

Pada dasarnya, yang perlu didiskusikan adalah apa yang mungkin terjadi dan bisa terjadi apabila salah satu pasangan (suami/ istri) meninggal dunia terutama dalam hal menjaga kelangsungan hidup secara ekonomi dan kesejahteraan anak.

Contoh: Pasangan suami istri dengan anak (pertimbangan semakin matang sesuai jumlah anak). Sumber keuangan keluarga hanya dari Ayah, sementara Istri mengurus Rumah tangga.
  1. Apabila yang meninggal Ayah dulu:
Diskusi 1    :  Ibu harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga
Diskusi 2    : Ayah ijinkan, ikhlaskan dan mengharuskan Ibu untuk mencari pendamping baru agar
                    kelangsungan hidup keluarga dapat tetap berjalan (pertimbangkan kondisi anak yang  
                    masih perlu banyak biaya, dll)

  1. Apabila yang meninggal Ibu dulu:
Diskusi 1    : Secara ekonomi kemungkinan besar tidak ada masalah karena sumber keuangan ada 
                    dari Ayah
Diskusi 2   : Ayah tidak harus mencari pendamping baru, tapi sekiranya perlu utarakan hal ini. 
                   Terutama lebih karena kebutuhan biologis (daripada “ngecer” kemana-mana) dan 
                   pertimbangan kebutuhan kasih sayang sosok Ibu dalam suatu keluarga (baik anak 
                   maupun ayah).

Secara garis besar, diskusi “Rencana Setelah Kematian” ini dilakukan agar kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan dapat terus berjalan. Tidak harus muluk-muluk memang, tapi setidaknya setiap anggota keluarga mempunyai persiapan dan pandangan atas apa yang perlu dilakukan ketika sang sumber keuangan meninggal.

Tidak mudah memang untuk dapat diterima oleh setiap orang, tapi yang perlu diingat, apa yang didiskusikan ini adalah sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat ditentukan kapan, dimana, dan siapa…
Sebelum diskusi dengan keluarga, Lepaskan ego masing-masing dan Ikhlaskan untuk langkah-langkah yang mungkin sulit diterima (NB: Menikah lagi dengan orang lain, dll)

Would be better to prepared and planned every things in proper ways, especially when you sure it will be happen


Think safety Act safely 

Minggu, 13 Februari 2011

PENTING !!! Tips untuk mencegah binatang kecil masuk ke rumah (Family Safety)

Sahabat... pernah ngak kepikiran kenapa di dalam rumah masih sering ada binatang kecil (kecoak dan serangga se kompi lainnya; ular; kalajengking; lipan,dll). Padahal bagian-bagian yang berlubang sudah ditutup.

Yakin ngak semua potensi-potensi jalan masuk sudah tertutup? coba cek celah antara pintu dan lantai di rumah sahabat sekalian.... ada celahnya ngak (sesempit apapun)? ? ?

Nah kalau ada, itu dia salah satu jalur mengapa makhluk2 itu bisa ada di dalam rumah.

So, ikuti tips berikut ini, sederhana dan semoga berguna sebagai salah satu faktor family safety di keluarga dan rumah kita tercinta.

Shall you have questions, please do not hesitate t contact me.

Think safety Act safely


Sabtu, 12 Februari 2011

Sebelah kiri ayah ya Nak...

Hari ini aku membaca postingan di milist HSE yang sangat bagus sekali.
Yup, sesuatu yang sederhana tapi sering bagi kita mengabaikannya.

Ketika kita berjalan bergandengan dengan anak tercinta di jalan, disisi manakah anak kita gandeng?
Ya, ini juga merupakan dasar-dasar keselamatan dalam keluarga yang perlu dibiasakan.

Ingat, Indonesia menggunakan lajur jalur sisi kiri dalam lalulintasnya. Jadi ilustrasi yang digambarkan disini adalah berjalan kaki di sisi kiri jalan ya (ngak ngelawan arus).

So, apabila kita berjalan di tepi jalan bareng dengan anak yang kita gandeng berdampingan. Biasakan anak berada di sisi kiri kita. just in case ada oknum-oknum yang "sentawilan" atau hal lain yang tidak diharapkan. Impact tidak langsung ke anak tercinta (secara tubuh anak masih lebih rentan daripada orangtuanya).

Dan yang peru menjadi pertimbangan lagi adalah bahwa sebagian besar jalan di Indonesia belum memiliki fasilitas area perjalan kaki yang memadai (kalaupun ada ya rebutan sama pedagan kaki lima atau motor).

Jadi tips yang bisa dijadikan pilihan adalah:

  1. Cari area yang tepat untuk melakukan aktifitas dengan anak
  2. Kalaupun harus menyusuri jalan raya, menggendong anak adalah salah satu pilihan
  3. Kalaupun anak harus berjalan kaki berdampingan, usahakan anak berada disisi dalam kita dan tetap pegang tanggannya
  4. Selalu berikan pengertian kepada anak sejak dini situasi-situasi yang ada di jalan raya (termasuk jalan kampung/ komplek perumahan ya)  
Keselamatan keluarga tercinta sama pentingnya dengan keselamatan kita.

Think safety Act safely

Jumat, 11 Februari 2011

Bawah Sadar

Ada beberapa fungsi tubuh yang tidak perlu diperintah atau disuruh untuk menjalankan fungsinya.
Contohnya: jantung, sistem pernafasan; sistem pencernaan; kedipan mata, dll.

mau kita posisi sadar ataupun tidur, fungsi-fungsi tersebut tetap berjalan.

"Mode Automatic ON"

Yap, mereka bekerja di bawah sadar kita.
Trus, apa hubungannya dengan fungsi keselamatan? oooooo tentu saja ada.

Ingat pertama kali kita belajar mengendarai kendaraan. Pikiran kita masih terbagi. Antara kapan harus berbelok, dimana posisi tuas/ tombol sign, harus di posisikan kemana itu tuas/ tombol, dll. Kemudian ketika harus berpindah gigi. tuas harus diarahkan kemana, posisi tuas gigi dimana, dll.
Lambat laun seiring dengan terbiasanya kita mengendarai. Beberap fungsi beralih secara bawah sadar tanpa harus kita kontrol secara penuh.

Ya, kuncinya adalah "MEMBIASAKAN"

Begitu juga dalam hal keselamatan. Manusia sudah diberikan anugerah alami untuk dapat melihat/ merasakan kondisi-kondisi tertentu (lihat posting Common Sense).
Dengan membiasakan untuk berfikir dan bertindak dengan selamat, maka lambat laun hal tersebut akan berfungsi secara otomatis di bawah sadar kita. Dan sadar kita yang akan berfungsi sebagai alarm ketika ada hal-hal keselamatan yang terlewat.

Contoh: bagi anda yang terbiasa menggunakan safet belt/ helm pada saat mengemudikan kendaraan. Bawah sadar anda akan secara otomatis memberikan perintah ke anggota badan untuk mengenakan peralatan tersebut. Maka ketika anda lupa tidak menggunakannya, sadar anda akan memberikan signal bahwa ada sesuatu yang kurang. 

ya, simple aja sih sebenarnya. dengan MEMBIASAKAN (dalam kebaikan, keselamatan, kebersihan) maka hal-hal tersebut bisa berfungsi tanpa kita harus memberikan kontrol penuh. Dan pada saat sesuatu yang salah terjadi, sadar kita juga akan berfungsi sebagai pengingat.

Think safety Act safely

Common Sense

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai hal-hal dahsyat.
Salah satunya, manusia sebenarnya dari awal sudah diberikan kemampuan untuk mengidentifikasi dan bereaksi pada suatu kondisi-kondisi yang dapat membahayakannya (selanjutnya kita sebut sensor - baca"anugerah").

Jadi SERIUS, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi hanya untuk tahu:
  • bahwa paku di jalan adalah suatu hal yang membahayakan... 
  • bahwa bongkahan batu di jalan raya dapat mencelakai pengendara... 
  • bahwa resiko naik ke atas pohon adalah jatuh... 
  • bahwa ketika memotong sayuran menggunakan pisau bisa teriris... 
  • dan bahwa bahwa lainnya.

Sensor bahaya sebenarnya sudah tertanam di dalam diri kita, hanya saja kembali lagi sifat manusia yang komplek:
  1. Sok tahu (saya sebut sok tahu karena udah tahu bahaya masih disikat juga. Kalau pengen tahu saya posisikan ke arah keingitahuan hal-hal yang positif)
  2. Konyol 
  3. Individualis (bodo amat yang kena kan bukan gue - padahal belum tentu juga yang kena orang lain, bisa jadi dia sendiri, bisa jadi kerabat / orang-orang yang disayanginya) 
  4. dll 
Yang bisa kita lakukan sebenarnya sederhana saja (sederhana dalam kontek ada kemauan ya) - lihat postingan "Bawah Sadar".
Biasakan Sensor (baca: anugerah) kita untuk melakukan tugasnya dan cermati apa yang terbaca oleh sensor tersebut, karena mengabaikan bacaaan sensor juga bisa mematikan fungsi sensor itu sendiri.

Think safety Act safely

Minggu, 06 Februari 2011

Tanggap Darurat for Beloved Family

Sering ya kita dengar berita di televisi, ketika terjadi kebakaran atau bencana alam; anggota keluarga terjebak atau tidak tahu apa yang harus dilakukan/ tidak mendapat informasi secara tepat (ujung-ujungnya korban jiwa pun tidak terhindarkan).
Atau bahkan sekarang ada modus yang sadis dari para pelaku kejahatan; yaitu: meminta sejumlah uang kepada anggota keluarga karena ada salah seorang kerabatnya yang mengalami kecelakaan. (afgan banget ni oknum) atau kasus penculikan anak.

Miris juga kalau mendengar hal-hal seperti itu.
So, penting dan wajib bagi kita untuk berbagi ke anggota keluarga terkait dengan Emergency Preparedness / Persiapan Tanggap Darurat.

Bagaimana kita mempersiapkan keluarga kita tecinta dari hal-hal yang tidak diinginkan/ apabila ada oknum yang sadis tadi dengan info tidak berperikemanusiaannya.

  1. Ambil satu kesempatan dimana anggota keluarga bisa berkumpul (termasuk pembantu ya kalau ada).
  2. Persiapkan simulasi/ skenario yang mungkin bisa terjadi dan bagaimana menanggapinya.
  3. Berikan pengertian sederhana untuk apa yang akan disampaikan dan siapkan informasi-informasi penting yang memang perlu diketahui oleh anggota keluarga (sekali lagi Peran Pembantu Rumah Tangga penting juga, jangan diabaikan, libatkan pada setiap proses).
  4. Siapkan nomer-nomer darurat yang bisa dihubungi/ dikonfirmasi dalam kondisi-kondisi darurat tertentu, e.g. No Keluarga; kepolisian; rumah sakit; Pak RT (ada baiknya lakukan setting di contact list HP untuk nomer-nomer darurat di dalam 1 group)
  5. Siapkan rute/ jalur keluar dan tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat berkumpul dalam kondisi-kondisi darurat tertentu (rumah saudara; tetangga; orang tua; teman).
  6. Lakukan simulasi berdasarkan skenario untuk melatih respon
  7. Dan jangan lupa sampaikan ke semua anggota keluarga, pada saat terjadi sesuatu JANGAN PANIK
Yup, moga-moga beberapa langkah di atas bisa berguna untuk memberikan gambaran hal-hal apa yang perlu kita persiapkan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Mau ditambahi hal-hal lain yang lebih detail...? Monggo... silahkan... Ini hanya kerangka secara umum, bisa jadi setiap keluarga akan menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk persiapannya.

Have fun with your family, stay safe dan safely.

Think safety Act safely...



Kamis, 03 Februari 2011

Home Sweet Home - be careful from somethings unexpected

Banyak dari kita yang selalu berfikir tentang keselamatan ketika bekerja atau beraktifitas di luar rumah. Bisa jadi karena kita menganggap "rumahku adalah istanaku" sehingga aspek keselamatan terkadang terlupakan.

Fakta yang sebenarnya adalah, bahwa sebagian besar kita dan keluarga lebih banyak menghabiskan waktu berada di rumah, entah itu untuk aktifitas maupun untuk beristirahat.

Yuk mari kita lihat beberapa hal yang perlu kita perhatikan terkait dengan keselamatan di Home Sweet Home:

  1. Pintu; jendela; lemari (benda-benda yang dilengkapi dengan engsel sehingga bisa dibuka dan ditutup) --> HATI-HATI, salah posisi !!! jari-jari yang akan menanggung akibatnya, perhatikan juga ketika anak kita bermain. Jauhkan dari area-area menjepit seperti yang disebutkan di atas.
  2. Peralatan elektronik (termasuk kabel; outlet; dan jaringan pendukungnya) --> INGA - INGA, bahaya yang satu ini TIDAK terlihat, tapi sangat menyakitkan... amankan lubang-lubang outlet, usahakan jauhkan dari jangkauan anak. Pastikan jaringan kabel rapi; bebas dari kerusakan terbuka.Yang penting lagi, karena di tempat kita kebanyakan Grounding tidak difungsikan, selalu periksa dan rawat peralatan elektronik kita. Jangan lupa, MATIKAN sumber energinya sebelum melakukan aktifitas perawatan
  3. Lantai Kamar Mandi; lantai yang licin --> lha tempat yang satu ini juga sering menimbulkan korban. Penting untuk selalu memastikan kebersihan kamar mandi, selain untuk kesehatan juga untuk keselamatan. Lantai yang selalu basah berpotensi membahayakan anggota keluarga/ tamu yang menggunakan fasilitas ini.
  4. Gunting; gunting kuku; pisau (termasuk semua peralatan yang dapat melukai secara langsung) --> Keep those things away from children. Buatlah tempat penyimpanan khusus untuk peralatan tersebut.
  5. Pernik-pernik kecil; obat-obatan (termasuk benda-benda yang menarik perhatian dan mudah ditelan) --> Keep those things away from children. Buatlah tempat penyimpanan khusus untuk peralatan tersebut.
  6. Kompor; tabung gas; korek --> Yup, salah satu momok menakutkan dan HOT topik tahun 2010. Yang paling penting adalah selalu periksa sebelum selama dan sesudah menggunakan peralatan tersebut. Usahan sediakan ventilasi yang baik di area penyimpanan tabung LPG. Informasikan kepada anggota keluarga "what went wrong" dan "action to be taken" 
Ya, bisa jadi hal-hal di atas belum mewakili seluruh potensi bahaya yang mungkin ada di Home Sweet Home, tapi setidaknya semoga mencerahkan sahabat sekalian untuk menggali lebih lanjut potensi-potensi bahaya yang mungkin ada dan JANGAN LUPA, how to prevent it.

So, once again... Think safety Act safely


Selasa, 01 Februari 2011

My Public Transports

Foto ini aku ambil di salah satu stasiun kereta di Jakarta.
Bukan menjadi hal baru dan aneh lagi (nah lo... saking terbiasanya sampai-sampai kondisi seperti ini diwajarkan)

Kalau berbicara mengenai public transport dan will power dari pengguna public transport dalam hal keselamatan, memang bukan hal yang simpel. Bukan berarti tidak bisa diperbaiki/ ditingkatkan, tetapi memang butuh komitmen dan keseriusan dari berbagai pihak.

Reformasi dari regulator utama (pemerintah), komitmen dari penyedia, dan will power dari pengguna.
Kalau tiga hal tersebut tidak selaras ya jadinya cuma "anget-anget tai kebo" aja.

Dan justru yang perlu diingat, diperhatikan dan diprinsipkan oleh para pengguna public transport (terutama yang sudah menghargai diri sendiri dengan berfikir dan bertindak selamat).
Untuk saat ini, keselamatan public transport yang ideal memang masih jauh panggang dari api, tapi bukan berarti kita boleh menyerah pada keadaan.
At least, kita harus mengupayakan keselamatan diri. Dimanapun, apapun, kapanpun kita menjalani aktifitas.
Bertindak waspada dan perduli keadaan sekeliling; karena bukan tidak mungkin hal kecil yang kita lakukan bisa menyelamatkan/ menghindarkan dari suatu situasi/ kondisi yang tidak diinginkan.

Keselamatan adalah ibadah, selama manusia berusaha Tuhan akan memberikan yang terbaik.

Think safety Act safely...


final destination vs human error

Pernah nonton film Final Destination ?

Buat yang pernah, di film itu tergambarkan bagaimana Human Error benar-benar berperan dalam menciptakan kondisi/ situasi tidak aman - yang ujung-ujungnya digambarkan sebagai kecelakaan di film tersebut -

Tapi memang benar, dalam dunia Safety, Human Error tidak bisa dilepaskan begitu saja dari terciptanya suatu kecelakaan.
Bahkan bisa dikatakan sebagian besar kecelakaan terjadi akibat dari Human Error.
Yup, semua karena tidak terlepas dari karateristik manusia yang sangat komplek dan un-predictable.

Kembali lagi film Final Destination.
Coba perhatikan detail-detail pada saat sebelum terjadi kecelakaan. Proses-proses apa saja yang menunjang kondisi tersebut menjadi "catastrophic event".

> Improper maintenance
> Negligence and careless
> Ignoring procedures/ sign

Yup, bahkan hal-hal yang terkadang sangat sepele e.g. meletakkan gelas air minum di atas genset.

So, kita sebagai manusia yang banyak salah, lupa dan teledor... semestinya harus bertindak lebih hati-hati dan bijak. Karena hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja datang ke diri sendiri dan/atau orang lain, dan hal itu bisa  terjadi karena ketidakpedulian kita.

Think safety Act safely...

Fitur Keselamatan yang terabaikan

Kendaraan bermotor memiliki perlengkapan keamanan standar yang sudah terpasang dan menjadi satu paket pada saat seseorang membeli kendaraan.

Perlengkapan keamanan itu selain digunakan untuk keselamatan pengendara juga digunakan untuk kenyamanan pengendara sendiri.
Tapi anehnya justru perlengkapan tersebut yang sering dijadikan bahan utama modifikasi - bahkan lebih parah lagi eliminasi - , biar gaul-red

Lha sekarang bayangkan saya, motor sudah dikasih spion kanan-kiri biar kalau butuh lihat keadaan/ kendaraan yang dibelakangnya nggak perlu clingak-clinguk ke belakang, dimana kondisi ini sangat beresiko karena pengendara motor harus fokus ke lebih dari satu hal.
Ujung-ujungnya atas nama gaul itu spion dilepas.....

Lampu sign dan klakson, hampir memiliki nasib yang serupa. Apa beratnya cuma pencet/ geser tombol untuk mengaktifkan fitur tersebut (pada saat belok; memberikan signal/ klakson)... boro-boro, belok ya nylonong aja ngak ngeliatin kondisi di sekitarnya.

Sebenarnya kalau mau ditinjau lebih lanjut, rugi banget loh.
Secara nyata itung2an uang saja. Kita bayar kendaraan kan termasuk fitur-fitur keselamatan yang antara lain disebutkan di atas tadi.
Kalau sampai ada kejadian yang tidak diinginkan, pas di cek sama Pak Polisi fitur-fitur tersebut tidak tersedia/ tidak digunakan, lha otomatis beban kesalahan jadi berpindah/ bertambah berat.
Belum lagi "DOA -baca hujatan" dari pengguna jalan lain yang sebel sama perilaku tidak berperi keamanan tersebut.

So, sudah saatnya kita berbenah. Jaman sudah bergeser jauh, sekarang yang membanggakan bukan lagi orang yang berkuasa di sekolahan; motor yang suaranya kenceng + bentuk gak karuan.
Sekarang yang membanggakan adalah prestasi di akademik; kendaraan yang irit; nyaman; aman; rapi; dan terlihat bersih.

Think safety Act safely....