Family Safety

Family Safety
motivation

Kamis, 10 Maret 2011

Seberapa Cepatkah Anda..............???

Seberapa cepatkah seseorang (terutama buat korban ya) perlu menyadari akan terjadinya suatu kecelakaan....?
Hitungannya bisa jadi kurang dari 1 detik... sangat cepat, terkadang bahkan korban tidak diberi kesempatan untuk berfikir apa yang harus dilakukan.

* Apalagi buat sms atau update status di FB *

Kecelakaan < 1 detik   VS kecepatan indra untuk menangkap apa yang terjadi --> dikirimkan ke otak --> di proses --> sadar adanya bahaya --> otak mengirimkan sinyal --> bagian tubuh merespon

Fenoma ini seharusnya memberikan gambaran ke kita bahwa respon (sadar ataupun tidak sadar) dari tubuh kita kecil kemungkinan untuk bisa melampaui kecepatan (waktu yang dibutuhkan) terjadinya kecelakaan itu sendiri. (Spiderman aja kalau menghindar pasti waktunya mepet banget, malah kadang terlanjur kena)

Dari beberapa pengalaman di industri yang pernah saya alami adalah korban selalu terlambat (menyadari maupun menghindar) akan datang suatu bahaya.
Contoh: kecepatan korban untuk memindahkan tangan dari area yang menjepit kalah cepat dengan area kecepatan area menjepitnya itu sendiri.

Contoh lain adalah ketika seseorang mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Seberapa cepat respon dia untuk menghindar dari lubang/ kendaraan di depannya. Terkadang kalah cepat dengan kecepatan kendaraa itu sendiri, yang ironis lagi suskes menghindar tapi gagal mengamankan pada proses selanjutnya. Ujung-ujungnya kecelakaan juga toh...

So, bisa lihat ke posting selanjutnya " Biar Lambat Asal Ngak Sampai-Sampai"

Yang perlu di garis bawahi adalah: "Kecelakaan Itu Bisa Terjadi Setiap Saat", so persiapan adalah mutlak, bukan hanya apabila terjadi tetapi lebih penting lagi Biar Ngak Terjadi.

Think safety Act safely

Selasa, 08 Maret 2011

Sumur Maut.....

Sering kan denger berita orang mati pas lagi gali sumur/ ngeringin sumur (extreme banget sumur dikeringin) dan aktifitas yang ada hubungannya dengan sumur/ galian.
Dah gitu, yang niat nolongin ikut nyemplung malah tepar juga....


Korban harusnya cuma satu, gara-gara yang lain terlalu nafsu nolongin malah bisa jadi lebih dari 2 korban.


Yup, tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sumur maut (bukan yang di film The Ring loh).
So, kita mulai saja. Sebenarnya apa saja sih faktor yang bisa memuat orang yang masuk ke dalam sumur/ galian tepar tak berdaya ? ? ?

  1. Oksigen deficiency (kekurangan oksigen): yup hal ini bisa terjadi karena di dalam sumur terdapat gas-gas lain (yang biasanya juga beracun) sehingga konsentrasi oksigen di dalam sumur tersisihkan oleh gas lainnya (secara ventilasi tidak bagus gitu loh).
  2. Keracunan gas-gas berbahaya: nah berikut contoh-contoh gas yang mungkin timbul di dalam sumur/ galian. H2S (Hidrogen Sulfida); CH3 (Metan); CO (Carbon Monoxide); CO2 (Carbon Dioxide)Gas-gas tersebut ada yang bersifat mematikan dan ada juga yang bersifat mudah terbakar.
  3. Longsoran: kalau ni jelas, lagi nggali trus dinding galian/ sumur longsor.
  4. Disorientasi: kalau yang ini bisa disebabkan karena phobia ruangan sempit dan gelap.

Nah dari beberapa paparan bahaya di atas, apa yang bisa kita lakukan ketika ada pekerjaan/ melihat pekerjaan yang serupa (gali sumur; masuk sumur, septic tank, dll).
  1. Pastikan sebelum masuk ke lubang, periksa apakah kondisi oksigen mencukupi. Caranya:
  • Cara Sadis: pakai ayam/ tikus yang dikurung, trus ikat kurungan. Cemplungin doi ke dalam sumur untuk beberapa saat. Angkat lagi, kalau doi tidak tepar berarti level oksigen di dalam sumur/ galian cukup
  • Cara baik-baik: masukkan lilin (sebelumnya nyalakan dulu ya lilinnya). setelah beberapa saat angkat itu lilin, kalau api lilin tidak padam berarti level oksigen cukup.
  • Perlu diingat juga untuk memastikan kondisi oksigen selama proses pekerjaan (kalau cara modern ya pakai alat), kalau ngak ada alat paling ngak usahakan ada sirkulasi udara secara kontinue di dalam galian/ sumur
  1. Pastikan tidak bekerja sendirian (kudu ada temennya yang stand by di atas)
  • Jangan lupa kenakan semacam rompi yang diikat ditubuh dan dihubungkan dengan tali. Jadi untuk jaga-jaga kalau yang di dalam sumur/ galian kenapa-napa. Si penolong tidak usah terjun bebas, cukup tarik talinya ajah (ngurangin korban juga nih)
  1. Pastikan juga dinding-dinding galian/ lubang diperiksa dan diperkuat
Yup, mungkin informasi di atas tidak mewakili semua hal tentang sumur maut. Tapi setidaknya hal-hal besar yang sering menjadikan pekerjaan itu bermasalah sudah terlihat.
Lebih penting lagi adalah bagaimana kita mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memulai suatu pekerjaan. So then, pekerjaan bisa diselesaikan dengan aman dan selamat.

Keep Think safety... Act safely